Jatuh Cinta sama Nila Bakarnya Disawa Pawon

Hai hai, balik lagi sama coretan via di sini. Di suatu pagi, Surya kirim screenshot postingan mbak Prima yang abis main di salah satu tempat makan hits. Surya tertarik dengan tempat tersebut karena menawarkan view merapi yang indah.
Akhirnya Surya cuti dan pulang ke Jogja, kita langsung cuss ke tempat itu, DISAWA Pawon namanya.

Pic by Ardian Kusuma, Edited Via
DISAWA Pawon?

Kami tiba di lokasi sekitar pukul 14.30, kemudian kami melewati jalan setapak yang nampaknya masih baru. Dengan pemandangan sawah di bagian kanan dan kiri. Terlihat tanaman padi telah dipanen.

Restoran ini menggunakan konsep Kampung Jawa, tampak sebuah limasan yang luas di cat dengan warna hijau dan kuning. Menggambarkan hijaunya pemandangan sekitar dan kuningnya padi ketika siap untuk dipanen.

Banyak banget spot-spot keren yang bisa kalian pakai untuk foto-foto. Dan juga kalian bisa memakai baju trasdisional jawa yang disediakan ooleh owner DISAWA Pawon, dan ini free gaes, nggak bayar.

Lokasi

DISAWA Pawon terletak Jl. Sawahan Lor, Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Kalau temen-temen mau ada acara bisa reservasi di nomor 0812-2973-4522. Buka dari jam 11.00-23.00. Atau cek di instagram @disawa_pawon

Tempat ini cukup luas, Saat ini tersedia 50 tempat duduk dan masih akan ditambah lagi hingga 100 kursi.

Selain mengusung tema kampung jawa, temen-temen juga akan menjumpai beberapa pernak-pernik bali, seperti penjor yang ada di bagian depan. Dengan adanya tempat ini owner juga berharap bisa mengangkat desa ini menjadi desa wisata. Semua bahan makanan didapat dari para petani yang ada disekitar.

 

Menu

Kalian wajib coba Nila bakar pedesnya yaa, karena kini pedesnya nendang banget. Gudangannya juga nggak kallah segernya. Kemudian yang kemarin langsung ludes abis adalah sate lilitnya. Untuk minuman, kalian wajib coba es teler disawa. Surya sendiri kegirangan saat ada menu Kopi Luwak, langsung deh dia pesen dan diabisin sendiri. Padahal aku dah bilang jangan diabisin, aku tinggal foto-foto balik ke meja, laa kok udah kosong cangkir gerabahnya. Wah, penonton kecewa yee kan…

Yang spesial juga disini bagi para pecinta kopi, kalau temen-temen pengen bawa pulang kopi luwak atau kopi arabika yang sudah dipacking mulai dari 100gr, 250gr dan 1kg.

Nach gimana? kalian tertarik untuk coba menunya? atau kalian ingin menikmati senja dengan view merapi, yukk ajak aku kesini lagi. hehehe….

Temen-temen yang punya pengalaman visit ke tempat ini, yuuk bagi cerita kalian di kolom komentar yaa. see you all…

Leave a Reply