Desa Pentingsari untuk Wisata Alam dan Budaya


Hai haiii, balik lagi sama coretan Via disini. Sekitar bulan Agustus 2015, waktu itu saya sedang menyelenggarakan gathering unruk perusahaan gas dari Angola. Tentunya saya tidak sendiri untuk memprovide acara tersebut, saya bekerja sama dengan Mr. Frits pemandu wisata yang ada di Bali.
Beliau sempat menanyakan saya mengenai Desa Pentingsari Yogyakarta, dan itu kali pertama saya mendengar desa wisata tersebut. Beliau menyampaikan banyak wisatawan yang tertarik dengan objek tersebut. 

Hari Sabtu lalu (17/12) senangnya saya mendapat kesempatan untuk berpetualang bersama teman-teman blogger jogja. Sekitar pukul 08.00 saya berangkat dari Jalan Jembatan Merah bersama hip” tentunya. Pagi itu saya memilih rute melewati Jalan Kaliurang – Jalan Pamungkas – Jalan Meces – Cangkringan – Pentingsari. Bermodalkan GPS akhirnya saya tiba di desa Pentingsari dan menemukan petunjuk arah menuju desa wisata, tapi saya tetap lurus karna penasaran ada apa di atas. Jalan berkelok, pemandangan indah sekali dan udara yang sejuk. Setelah saya puas, saya kembali ke petunjuk arah yang saya temukan tadi. Hehehe, gang ke barat nampak sepi dan saya menjadi ragu. Namun, keraguan saya sirna setelah menemukan peta desa wisata Pentingsari, kemudian bertanya kepada bapak petugas dan ditunjukan lokasi acara blogger.

Acara di buka oleh Bapak Wasita dari Dinas Pariwisata Sleman, dan dilanjutkan penyampaian profile desa wisata Pentingsari oleh Pengelola sambil menikmati jadah tempe dan segelah wedang secang. Para blogger langsung berkeliling dipandu oleh salah satu pengelola desa wisata ini. 


Jogja Herbal 

Bapak rahman, merupakan pensiuan sebuah bank kemudian membuka Jogja herbal dengan memanfaatkan tanaman tradisional sebagai obat. Seperti daun binahong merah dapat digunakan untuk mengobati luka, dengan cara 3 daun di haluskan kemudian dioleskan pada luka kemudian diperban. 

Pendopo Joglo Herbal
Bapak Rahman

Belalang dan Wayang
Setelah sharing bersama pak Rahman, masih ditempat yang sama, kami belajar membuat belalang dari janur dan wayang dari suket mendong dipandu oleh bapak pelatih yang sabar. 

Wayang Suket Mendong

Home-stay

Desa wisata Pentingsari juga dilengkapi dengan home-stay milik para warga yang disewakan, yang dikelola oleh satu orang sehinggan home-stay yang disewa bisa rata ke semua pemilik home-stay. Untuk biaya sewa Rp 100.000,-/orang/malam home-stay dan biaya bisa menyesuaikan apabila pengunjung dalam jumlah banyak.

Kamar Home-stay
Home-stay


Bumi Perkemahan
Perjalanan kami lanjutkan ke Dewi Peri, wah apaan yaa… di desa Pentingsari juga ada bumi perkemahan yang bisa dipakai untuk semua kalangan. seperti yang saya llihat saat itu jadwal bulan desember sungguh pada, sudah ada beberapa kelompok yang membooking bumi perkemahan. Berbagai macam atraksi seni dan budaya dan outbond dari TK hingga mahasiswa dapat diselenggarakan. asyikk bukan!



Belajar Gamelan
Puas menjelajah ke bumi perkemahan kami diajak di sebuas pos rumah warga ber cat warna biru, yang didalamnya ada seperangkat gamelan. Temen-temen blogger sangat antusias memperhatian tiap nada dan bagaimana memainkan gamelannya. 

Belajar Gamelan


Kelompok Tani “Tunggak Semi”
Kami melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya di keompok tani Tunggak Semi. Para warga yang terdiri dari bapak dan ibu tergabung dan mengolah kopi. Ynag menarik adalah biji kopi ini diolah dengan tradisional, ditumbuk sehingga menghasilkan kopi asli tanpa campuran. .Kemudian di kemas dalam dua ukuran yaitu 75gr dengan harga Rp10.000,- dan 230gr dengan harga Rp 25.000,-


Puas menikmati kopi, kami kembali berjalan ke pos pertama untuk makan siang. Nah, itu cerita saya ketika mengunjungi desa wisata Pentingsari. Dan berikut daftar biaya dan kegiatan yang di desa Pentingsari. 


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *