Drama Potong Rambut di Ady Brendly

Hai hai balik lagi sama coretan Via di sini. Apa kabar kalian semua? Baik banget kan yaa. Apa? ada yang galau? Sini-sini kita ngobrol bareng yukk sambil ngopi. Ngopi apa ngopi Vi? Hahaha…

“Gimana kalau potong pendek aja?”

“Lagi?”

“Iya, biar keliatan fress” (emang keliatan banget ya stres …?)

Setelah terjadi percakapan saya dan Surya, saya mulai mencari referensi salon buat potong rambut. Biasanya sih di Klaten, tapi berhubung weekday yaa nyari aja yang di Jogja.

Mengeluarkan jurus the power off googling, woww banyak banget. Lalu nyerah, gitua doang perjuangan saya. Lanjut ambil hape dan chat sebut saja miss catok minta referensi. Saya menyebutkan beberapa salon yang saya tahu, tapi di tolak. Miss catok merekomendasikan Salon Ady Brendly. emmm, saya baru pertama kali dengar.

Miss catok sudah lama langganan di salon ini dan rencana dalam waktu dekat juga akan potong rambut. Tapi sayang banget kita nggak bisa bareng karena dia nyalon pas weekend. Sedangkah saya hanya bisa pas pulang kerja.

Pertama kesana tutup. kedua tutup dan selanjutnya tutup. Ternyata sekarang hanya buka sampai jam enam sore.

Di suatu sore yang panas, karena kerjaan selesai tepat jam empat saya mencoba peruntungan lewat depan salon. Oiya, salon ini mempunyai dua cabang, saya mengunjungi salon di Moses.

Ech, ternyata salonnya buka lalu saya memarkirkan motor. Terlihat seorang mbak dan mas juga berapa di parkiran. Lalu mbak rambut panjang itu masuk bersama saya dan bertanya

“Silahkan mbak, ada yang bisa saya bantu?”

Saya mau curhat mbak, pacar saya nggak pulang-pulang.

“Emm, mbak saya mau potong rambut”

“Oiya, silahkan di keramas dulu.”

Kemudian ritual keramas dilakukan. Sambil ngobrol ngalor-ngidul mbaknya bertanya biasanya dipotong sama siapa. Aku pasrah aja lah yaa sama siapa eksekusinya karena ini baru pertama kali. Kalau ndak salah dengan mas deni namanya, dan sabar banget ngadepin saya yang super cerewet.  Btw, emang di salon ini capsternya mas dan om.

Selain sabar, sang master juga memberikan masukan-masukan yang membangun demi nusa dan bangsa. echapaan….

Dari rumah memang sudah menyiapkan mau potongan rambut model gimana, dan sama mas deni disesuaikan dengan bentuk wajah, namun saya berpesan jangan terlalu pendek. Karna ni rambut susah panjangnya.

Ujung rambut saya memang kering dan bercabang, selanjutnya harus dilakukan perawatan dengan vitamin rambut.

Prosesnya memang lebih lama dari salon tempat saya potong sebelumnya. Tapi hasil potongannya memuaskan dan saya suka. Dan terima kasih sudah bikin saya kelihatan rapi. Yang bikin tambah seneng adalah

“Mbak, semester berapa?”

Ndak boleh protes yaak kalau saya di kira masih kuliah. Langsung swafoto saya kirimkan ke surya dan dia juga suka.

Yass, itu tadi coretan saya untuk kali ini. Kalian juga punya pengalaman di salon ady brendly? yukk share di kolom komentar.

Terimakasih. Bye bye…

Leave a Reply